Yusrizki: Generasi Z Terancam Tidak Tenang dan Nyaman Hidup di Masa Depan

- Redaksi

Selasa, 23 Agustus 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

NEWSROOM.ID, Jakarta – Pengusaha sekaligus inisiator gerakan KADIN Net Zero Hub Muhammad Yusrizki mengungkapkan generasi Z terancam tidak tenang dan nyaman hidup di masa depan, jika upaya menekan emisi karbon tidak dimulai dari sekarang.

Dalam podcast yang diunggah di kanal Youtube Newsroom.id dengan judul “Peran Zilenial Menekan Climate Change”. Yusrizki menyampaikan tentang dampak emisi karbon yang terus dihasilkan dan peluang ekonomi baru bagi generasi Z di masa depan.

Pemerintah Indonesia tahun 2015 menyepakati perjanjian Paris Agreement untuk menekan emisi karbon atau net zero emission di tahun 2060. Dari hasil perjanjian itu disepakati bahwa negara-negara di dunia harus berkomitmen untuk menjaga suhu bumi maksimal 1,5 derajat celsius.

Indonesia meratifikasi Paris Agreement tersebut melalui UU No. 16 tahun 2016 tentang komitmen tinggi untuk mencapai net zero emission tahun 2060. Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia mendapat tantangan dari pemerintah untuk mengikuti COP26 di Glasgow Skotlandia tahun 2021. Ketua Umum KADIN Indonesia Arsjad Rasyid meminta Ketua Komite Tetap EBT Bidang ESDM KADIN Indonesia Muhamad Yusrizki untuk menyiapkan inisitatif yang akan dibawa Indonesia pada forum COP26 Glasgow 2021.

Baca Juga :  Soal Minyak Goreng Rp 14.000 Per Liter, Begini Janji Mendag

“Saya diminta Ketua Umum KADIN untuk menyiapkan sebuah inisiatif,” kata Yusrizki.

Inisiatif yang dilakukan Yusrizki adalah menginisiasi gerakan bernama KADIN Net Zero Hub yang mana gerakan ini berpeluang besar menjadi platform ekonomi baru bagi generasi milenial dan generasi Z.

“Menurut saya tidak adil bagi generasi saya jika tidak memberikan satu jalan baru untuk kalian (generasi milenial dan Z) mengenal dan menguasai ekonomi baru ini, yaitu ekonomi low carbon atau rendah karbon (net zero emission) yang nanti akan mendominasi kehidupan kalian,” kata Yusrizki.

“Jika pemerintah sudah berkomitmen untuk zero emission di tahun 2060, private sector juga harus punya komitmen yang sama. Oleh karena itu kita membangun sebuah gerakan untuk mendukung itu, namanya Net Zero Hub dari KADIN Indonesia,” lanjut Yusrizki.

Baca Juga :  John Kerry Ingatkan Indonesia Hati-hati Transisi Energi, M. Yusrizki: Negara Maju Harus Berkontribusi

Dampak positif dari komitmen net zero emission 2060 adalah masyarakat di seluruh dunia bisa hidup di masa depan dengan nyaman, dengan syarat upaya untuk menekan dan mengurangi produksi karbon mulai digalakkan dari sekarang.

“Kalau mengkampanyekan untuk komitmen dengan gerakan net zero emission terus digalakkan, maka kita akan hidup tenang dan nyaman di masa depan,” kata Yusrizki.

Yusrizki menyampaikan senjata ampun untuk menjaga komitmen itu adalah dengan trade atau perdagangan, misal dengan adanya pajak yang harus dibayarkan lebih tinggi jika suatu produk menghasilkan karbon yang berlebih. Ini akan berpengaruh terhadap harga jual suatu produk yang pastinya lebih tinggi.

“Itu membuat pelaku usaha berjuang agar produk yang mereka hasilkan tetap kompetitif di pasaran, dengan proses sampai hasil jadi produk yang rendah karbon,” kata Yusrizki.

Baca Juga :  UIN Lampung Menuju World Class University

Negara memang ga punya punishment (hukuman) jika tidak komitmen dengan Paris Agreement, but international business dan ekonomi bisa dipunish. Jika produk dari negara kita karbonnya tinggi jadi ga kompetitif,” lanjut Yusrizki.

Hadirnya satu inisiatif KADIN Indonesia dengan gerakan Net Zero Hub bertujuan untuk memberikan mobilitas dukungan pengetahuan bagi pelaku usaha dan masyarakat di Indonesia tentang pentingnya berjuang menuju net zero emission tahun 2060.

“Maka dari itu kita bikin gerakan ini untuk memobilitasi dukungan mulai dari pengetahuan tentang apa sih carbon net zero, carbon footprint, bagaimana si ngintungnya, Nguranginnya?. Dengan pengetahuan itu kita bantu mereka (pelaku bisnis dan masyarakat luas) untuk memahaminya melalui KADIN Net Zero Emission,” kata Yusrizki. (BYU)

Berita Terkait

Kejagung Bidik Kementerian ESDM dan KLHK Dalam Kasus Korupsi Komoditas Timah Sebagai Regulator
Warga dan Tokoh Gunung Kidul Nilai Badko HMI dan Pihak Lainnya Numpang Viral Kritik Pembangunan Resort Gunung Kidul
KPK Tetapkan M Suryo Tersangka Korupsi DJKA
Annalisee Big Data Menghadirkan Sistem Pendeksi Buzzer untuk Tahun Pemilu kepada Mahasiswa dan Tiga Perwakilan Capres
Dugaan Korupsi di PT Timah Tbk: Penyidik Kejaksaan Agung Periksa Lima Saksi dalam Kasus Penyimpangan Perdagangan Timah 2015-2022
Maju Sebagai Caketum PBPSI, Alvin Kennedy Didukung 17 Pengurus Provinsi
KPK Beberkan Aliran Uang Panas untuk Pengusaha M Suryo dari Proyek Jalur Kereta
Dua Kader BMI Babel Dilatih Jadi Juru Kampanye Tingkat Nasional

Berita Terkait

Senin, 19 Februari 2024 - 22:16 WIB

Kejagung Bidik Kementerian ESDM dan KLHK Dalam Kasus Korupsi Komoditas Timah Sebagai Regulator

Sabtu, 30 Desember 2023 - 12:25 WIB

Warga dan Tokoh Gunung Kidul Nilai Badko HMI dan Pihak Lainnya Numpang Viral Kritik Pembangunan Resort Gunung Kidul

Sabtu, 25 November 2023 - 00:43 WIB

KPK Tetapkan M Suryo Tersangka Korupsi DJKA

Jumat, 10 November 2023 - 16:48 WIB

Annalisee Big Data Menghadirkan Sistem Pendeksi Buzzer untuk Tahun Pemilu kepada Mahasiswa dan Tiga Perwakilan Capres

Senin, 6 November 2023 - 22:03 WIB

Dugaan Korupsi di PT Timah Tbk: Penyidik Kejaksaan Agung Periksa Lima Saksi dalam Kasus Penyimpangan Perdagangan Timah 2015-2022

Kamis, 26 Oktober 2023 - 16:40 WIB

Maju Sebagai Caketum PBPSI, Alvin Kennedy Didukung 17 Pengurus Provinsi

Selasa, 19 September 2023 - 23:21 WIB

KPK Beberkan Aliran Uang Panas untuk Pengusaha M Suryo dari Proyek Jalur Kereta

Selasa, 8 Agustus 2023 - 20:51 WIB

Dua Kader BMI Babel Dilatih Jadi Juru Kampanye Tingkat Nasional

Berita Terbaru

Headline

Serangan baru Israel, kampanye penangkapan di Tepi Barat

Senin, 4 Mar 2024 - 17:09 WIB