Ledakan di Lebanon Harus Dihukum Seberat-beratnya

- Redaksi

Jumat, 20 September 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

NewsRoom.id – Sekretaris Jenderal Hizbullah Hassan Nasrallah mengatakan partainya akan membuat sabuk keamanan di wilayah Lebanon.

Melalui langkah ini, Nasrallah bersumpah untuk membuat Israel seperti neraka.

IKLAN

GULIR UNTUK MELANJUTKAN KONTEN

Ia juga berjanji bahwa Israel akan menerima tanggapan yang tepat atas insiden ledakan di Lebanon pada Selasa (17/9/2024) dan Rabu (18/9/2024).

Hal itu disampaikan Nasrallah dalam pidato yang disiarkan televisi pada Kamis (19/9/2024).

Pidato Nasrallah bertepatan dengan jet tempur Israel yang terbang di ketinggian rendah di atas Beirut.

“Negara (Israel) akan berubah menjadi neraka dan terjebak,” kata Nasrallah seperti dikutip Anadolu Agency.

“Ledakan itu akan ditanggapi dengan hukuman yang setimpal, akan ditentukan kalkulasi yang ketat, waktu, tempat, dan sifatnya,” imbuhnya.

Nasrallah kemudian menyatakan keyakinannya bahwa Israel secara sengaja menargetkan 4.000 warga Lebanon, termasuk pejuang Hizbullah.

Pasalnya, jumlah pager yang dibawa Hizbullah mencapai 4.000.

“Jumlah pager yang dibawa anggota Hizbullah adalah 4.000, yang berarti Israel secara sengaja mencoba membunuh 4.000 orang,” katanya.

Setelah insiden tersebut, Nasrallah mengatakan beberapa komisi investigasi dibentuk untuk memeriksa situasi di Lebanon.

Komisi tersebut telah “mencapai kesimpulan yang hampir pasti,” tetapi Hizbullah masih menunggu konfirmasi.

Nasrallah lebih lanjut menekankan bahwa “front Lebanon tidak akan berhenti (menyerang Israel) sampai perang di Gaza berhenti.”

Di akhir pidatonya, Nasrallah menekankan bahwa ledakan yang terjadi pada hari Selasa dan Rabu akan ditanggapi dengan “tanggapan yang adil dan perhitungan yang keras.”

Yoav Gallant Umumkan Fase Baru Perang dengan Hizbullah

Sementara itu, Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant mengumumkan bahwa fase baru perang dengan Hizbullah membawa risiko yang signifikan.

Surat kabar Yedioth Ahronoth mengatakan Gallant menyampaikan situasi tersebut selama pertemuan dengan pejabat senior militer dan keamanan, termasuk Kepala Staf Pasukan Pertahanan Israel (IDF) Herzi Halevi, pada Kamis malam.

“Dalam fase baru perang ini, ada peluang besar, tetapi juga risiko besar,” katanya.

“Kami telah melakukan serangkaian diskusi penting dalam beberapa hari terakhir. Sebagai hasilnya, operasi militer di sepanjang perbatasan utara (dengan Lebanon) akan terus berlanjut,” tambah Gallant.

Gallant lebih lanjut mengatakan Hizbullah “merasa sedang dianiaya dan serangkaian tindakan militer akan terus berlanjut.”

Ia menjelaskan bahwa tujuan Israel adalah mengembalikan penduduk utara ke rumah mereka dengan aman, dan seiring berjalannya waktu, Hizbullah akan membayar “harga yang semakin mahal.”

“Kita berada di awal babak baru perang, perang ini membutuhkan keberanian, tekad, dan keuletan,” pungkasnya.

Sebelumnya, militer Israel pada hari Selasa memperingatkan warganya untuk berhati-hati.

“Kepala Staf Umum, Herzi Halevi, mengadakan penilaian situasi malam ini (Selasa), dengan partisipasi Forum Staf Umum, dengan fokus pada kesiapan ofensif dan defensif di semua arena,” kata militer Israel dalam sebuah pernyataan.

“Saat ini tidak ada perubahan pada pedoman pertahanan Komando Front Dalam Negeri.”

“Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan berhati-hati, dan setiap perubahan kebijakan akan segera diperbarui,” lanjut pernyataan tersebut.

Setidaknya 37 orang tewas dan lebih dari 3.000 lainnya terluka pada hari Selasa dan Rabu dalam ledakan yang menargetkan ribuan perangkat komunikasi nirkabel di seluruh negeri.

Hizbullah menganggap Israel sepenuhnya bertanggung jawab atas ledakan tersebut dan berjanji akan memberikan “tanggapan yang adil dari hal yang tidak terduga” terhadap Tel Aviv.

Meskipun Israel belum berkomentar secara langsung, penasihat dekat Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, Topas Luk, telah menyatakan bahwa Tel Aviv berada di balik insiden tersebut.

Ia mengatakan hal itu dalam postingannya di X pada Selasa pagi, tetapi dengan cepat dihapus.

Menurut situs berita Israel Walla, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyetujui ledakan pager di Lebanon selama konsultasi keamanan dengan menteri senior dan kepala intelijen awal minggu ini.

NewsRoom.id

Berita Terkait

Rekap Putaran Enam NFR Dipersembahkan oleh Mahindra: Tomlinson dan Graves Menulis Sejarah Putaran Enam
Tips Uang Cerdas untuk Menghindari Stres Belanja Saat Liburan dan Jebakan BNPL
Lensa Gravitasi Mengungkap Perubahan Perluasan Alam Semesta
Es XXI Baru Muncul Saat Air Dihancurkan Hingga Tekanan Ekstrim
Gus Ipul Jelaskan Manfaat Pentingnya Izin Donasi Bencana
Setelah Para Pengkhianat, Alan Carr Mengakhiri Tahun Dengan Memilih Cinta
AI Baru Saja Mengungkap Kelemahan Tersembunyi Cacar Monyet pada Vaksin Baru
Ozempic Menunjukkan Kemungkinan Efek Tersembunyi pada Risiko Epilepsi

Berita Terkait

Kamis, 11 Desember 2025 - 11:55 WIB

Rekap Putaran Enam NFR Dipersembahkan oleh Mahindra: Tomlinson dan Graves Menulis Sejarah Putaran Enam

Kamis, 11 Desember 2025 - 09:51 WIB

Tips Uang Cerdas untuk Menghindari Stres Belanja Saat Liburan dan Jebakan BNPL

Kamis, 11 Desember 2025 - 09:20 WIB

Lensa Gravitasi Mengungkap Perubahan Perluasan Alam Semesta

Kamis, 11 Desember 2025 - 08:49 WIB

Es XXI Baru Muncul Saat Air Dihancurkan Hingga Tekanan Ekstrim

Kamis, 11 Desember 2025 - 07:47 WIB

Gus Ipul Jelaskan Manfaat Pentingnya Izin Donasi Bencana

Kamis, 11 Desember 2025 - 05:42 WIB

AI Baru Saja Mengungkap Kelemahan Tersembunyi Cacar Monyet pada Vaksin Baru

Kamis, 11 Desember 2025 - 05:11 WIB

Ozempic Menunjukkan Kemungkinan Efek Tersembunyi pada Risiko Epilepsi

Kamis, 11 Desember 2025 - 04:09 WIB

Sidang Suap Hambatan Penyidikan Korupsi CPO Terungkap Aliran Dana Ratusan Juta ke Bareskrim Polri

Berita Terbaru

Headline

Lensa Gravitasi Mengungkap Perubahan Perluasan Alam Semesta

Kamis, 11 Des 2025 - 09:20 WIB

Headline

Gus Ipul Jelaskan Manfaat Pentingnya Izin Donasi Bencana

Kamis, 11 Des 2025 - 07:47 WIB