Sekretariat Kabinet Republik Indonesia | Presiden Prabowo memanggil Menteri Kehutanan, membahas keseimbangan pengembangan hutan dan pelestarian Presiden Prabowo yang disebut Menteri Kehutanan, membahas keseimbangan pengembangan dan pelestarian hutan

- Redaksi

Rabu, 5 Februari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menyampaikan pernyataan pers setelah bertemu Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (03/02/2025). (Foto: BPMI SetPres)

Presiden Prabowo Subianto mengadakan pertemuan dengan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (03/02/2025). Dalam pernyataannya setelah pertemuan itu, Raja Juli mengatakan bahwa pertemuan itu membahas langkah -langkah untuk mencapai keseimbangan antara pelestarian hutan, pembangunan berkelanjutan, dan kesejahteraan masyarakat.

“Jadi komponennya, kita harus menyusun ketiga komponen ini, sehingga kita masih bisa melindungi hutan kita sebagai paru -paru dunia. Pembangunan masih harus berjalan, bukan untuk berhenti. Dan tujuan akhir dari kepemilikan hutan kita, kendali kita atas Hutan adalah kesejahteraan masyarakat, “kata Raja Juli.

Dalam memaksimalkan langkah -langkah ini, Raja Juli mengumumkan penerbitan keputusan menteri yang mencabut izin lisensi untuk Penguasaan Hutan (PBPH) untuk 18 perusahaan yang telah diberikan izin tetapi tidak memaksimalkan penggunaan hutan.

“Lisensi mencoba menggunakan Forests (PBPH) sebanyak 18 perusahaan dari Aceh ke Papua. Total total 526.144 hektar, setengah juta hektar, di mana ada partai swasta yang telah diberi izin untuk menggunakan hutan, tetapi tidak dimaksimalkan Dan Presiden memerintahkan agar fungsi -fungsi hutan dimaksimalkan sebelumnya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, “katanya.

Selain itu, Raja Juli juga menekankan pentingnya program agroforestri untuk mengatasi masalah hutan yang terdegradasi dan untuk mendukung ketahanan pangan nasional. Raja Juli menyatakan bahwa pemerintah akan terus berusaha untuk melestarikan hutan sambil mendorong pembangunan yang bermanfaat bagi masyarakat.

“Saya bilang ada potensi, ada 26,7 juta hektar hutan yang telah terdegradasi, yang telah botak, yang telah menjadi bekas api. Kami memaksimalkan fungsinya dengan agroforestri, dengan tumpang tindih, untuk diri sendiri. Hutan Cadangan Makanan Energi dan Air, “jelasnya.

“Kami akan melestarikan hutan kami dengan menanam kembali, merenovasi, tetapi pada saat yang sama kami akan menanam sesuatu yang produktif yang membantu realisasi makanan -kiasan yang merupakan komando Presiden Prabowo Subianto,” kata Raja Juli. (BPMI SetPres/DNS)

NewsRoom.id

Berita Terkait

Perhiasan Berlian yang Dikembangkan Lab Meningkatkan Penjualan Kay, Zales, dan Jared Sebesar 6%
Ilmuwan Menangkap Partikel Hantu yang Mengubah Atom Jauh di Bawah Tanah
Ilmuwan Menemukan Titik Lemah yang Mengejutkan pada Penyakit Genetik Langka
AS Curang pada Drone Shahed-136 Iran
Dunia Sapi Laut yang Hilang Muncul Kembali di Bawah Gurun Qatar
Senyawa Cokelat Hitam Terkait Dengan Memperlambat Penuaan
Mereka Tidak Ingin Perekonomian Negara Kita Bangkit
Monev TA 2025: Kunci Transparansi dan Keberhasilan Pembangunan di Kampung Rantau Jaya

Berita Terkait

Kamis, 11 Desember 2025 - 02:05 WIB

Perhiasan Berlian yang Dikembangkan Lab Meningkatkan Penjualan Kay, Zales, dan Jared Sebesar 6%

Kamis, 11 Desember 2025 - 01:34 WIB

Ilmuwan Menangkap Partikel Hantu yang Mengubah Atom Jauh di Bawah Tanah

Kamis, 11 Desember 2025 - 01:03 WIB

Ilmuwan Menemukan Titik Lemah yang Mengejutkan pada Penyakit Genetik Langka

Kamis, 11 Desember 2025 - 00:01 WIB

AS Curang pada Drone Shahed-136 Iran

Rabu, 10 Desember 2025 - 21:58 WIB

Dunia Sapi Laut yang Hilang Muncul Kembali di Bawah Gurun Qatar

Rabu, 10 Desember 2025 - 20:25 WIB

Mereka Tidak Ingin Perekonomian Negara Kita Bangkit

Rabu, 10 Desember 2025 - 18:52 WIB

Monev TA 2025: Kunci Transparansi dan Keberhasilan Pembangunan di Kampung Rantau Jaya

Rabu, 10 Desember 2025 - 18:21 WIB

Setelah 50 Tahun, Ahli Kimia MIT Akhirnya Mensintesis Senyawa Anti Kanker yang Sulit Didapat

Berita Terbaru

Headline

AS Curang pada Drone Shahed-136 Iran

Kamis, 11 Des 2025 - 00:01 WIB