Sambangi Pelabuhan, Purbaya Temukan Barang Impor Harga Puluhan Juta Tercantum Rp 100 Ribu

- Redaksi

Rabu, 12 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

– Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menemukan dugaan ketidakadilan harga barang impor saat meninjau pemeriksaan fisik peti kemas di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur.

Saat dilakukan pengecekan di lapangan, Purbaya mengatakan ada barang yang tercatat hanya seharga Rp. 100 ribu atau sekitar 7 dollar AS pada data dokumen impor, namun di pasaran diketahui dijual dengan harga puluhan juta rupiah.

Kami akan cek lagi karena barang bagus itu harganya hanya 7 dolar AS. Sementara di marketplace harganya bisa sampai Rp 40-45 juta, tapi akan kami cek lagi,” kata Purbaya saat meninjau fasilitas Bea dan Cukai, Selasa 11 November 2025.

Dia menegaskan, pemeriksaan lebih lanjut akan dilakukan untuk memastikan keakuratan penetapan nilai pabean dan potensi praktik penghindaran bea masuk.

Selain meninjau ruang panjang, Purbaya juga memeriksa fasilitas laboratorium Bea dan Cukai yang bertugas menguji isi barang untuk penetapan pungutan negara.

“Kondisi laboratoriumnya bagus. Saya sudah sampaikan kepada mereka, kalau ada yang kurang dalam pemeliharaan, beritahu kami agar bisa kami selesaikan,” lanjutnya.

Purbaya juga memastikan penggunaan teknologi pemindaian peti kemas yang baru beroperasi dua pekan terakhir ini dapat meningkatkan efektivitas pemeriksaan.

“Tadi saya juga melihat scanner controller yang baru dipasang 2 minggu dan kondisinya cukup baik meski belum sempurna. Saya kira bisa meningkatkan dan mempercepat kemampuan pemeriksaan barang petugas bea cukai di sana,” ujarnya.

Menurut dia, pengawasan berbasis teknologi informasi akan terus diperkuat, termasuk dengan menyatukan sistem pengawasan dengan pusat.

Yang penting saya akan menarik yang berbasis IT ke Jakarta agar masyarakat Jakarta bisa melihat langsung apa yang terjadi di lapangan, tegasnya.



NewsRoom.id

Berita Terkait

Ilmuwan Menemukan Titik Lemah yang Mengejutkan pada Penyakit Genetik Langka
AS Curang pada Drone Shahed-136 Iran
Dunia Sapi Laut yang Hilang Muncul Kembali di Bawah Gurun Qatar
Senyawa Cokelat Hitam Terkait Dengan Memperlambat Penuaan
Mereka Tidak Ingin Perekonomian Negara Kita Bangkit
Monev TA 2025: Kunci Transparansi dan Keberhasilan Pembangunan di Kampung Rantau Jaya
Setelah 50 Tahun, Ahli Kimia MIT Akhirnya Mensintesis Senyawa Anti Kanker yang Sulit Didapat
Dokter UGD Memperingatkan Penyakit Ganja yang Berkembang Pesat

Berita Terkait

Kamis, 11 Desember 2025 - 01:03 WIB

Ilmuwan Menemukan Titik Lemah yang Mengejutkan pada Penyakit Genetik Langka

Kamis, 11 Desember 2025 - 00:01 WIB

AS Curang pada Drone Shahed-136 Iran

Rabu, 10 Desember 2025 - 21:58 WIB

Dunia Sapi Laut yang Hilang Muncul Kembali di Bawah Gurun Qatar

Rabu, 10 Desember 2025 - 21:27 WIB

Senyawa Cokelat Hitam Terkait Dengan Memperlambat Penuaan

Rabu, 10 Desember 2025 - 20:25 WIB

Mereka Tidak Ingin Perekonomian Negara Kita Bangkit

Rabu, 10 Desember 2025 - 18:21 WIB

Setelah 50 Tahun, Ahli Kimia MIT Akhirnya Mensintesis Senyawa Anti Kanker yang Sulit Didapat

Rabu, 10 Desember 2025 - 17:50 WIB

Dokter UGD Memperingatkan Penyakit Ganja yang Berkembang Pesat

Rabu, 10 Desember 2025 - 16:48 WIB

Klaim Zulfa Mustofa yang mendapat restu Ma'ruf Amin dibantah pihak keluarga

Berita Terbaru

Headline

AS Curang pada Drone Shahed-136 Iran

Kamis, 11 Des 2025 - 00:01 WIB

Headline

Senyawa Cokelat Hitam Terkait Dengan Memperlambat Penuaan

Rabu, 10 Des 2025 - 21:27 WIB

Headline

Mereka Tidak Ingin Perekonomian Negara Kita Bangkit

Rabu, 10 Des 2025 - 20:25 WIB