Tanggapan KSAD Maruli Simanjuntak terhadap Mayjen TNI Adipati dalam Kasus Tanah JK

- Redaksi

Sabtu, 15 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

– KSAD Jenderal Maruli Simanjuntak menanggapi pertanyaan Mayjen TNI Achmad Adipati Karna Widjaya yang hadir saat penggusuran di lahan seluas 16,4 hektare depan Trans Mall, Jalan Metro Tanjung Bunga Makassar.

PT Gowa Makassar Tourism Development (GMTD) Tbk pada 3 November mengaku telah mengosongkan dan menyerahkan lahan sengketa seluas 16,4 hektare dengan PT Hadji Kalla. Eksekusinya berdasarkan Berita Acara Eksekusi Nomor 21 EKS/2012/PN.Mks. jo No.228/Pdt.G/2000/PN.Mks.

Maruli mengatakan, kehadiran Adipati saat penggusuran merupakan inisiatif pribadi dan tidak ada hubungannya dengan TNI Angkatan Darat.

Yang bersangkutan berangkat sendiri, kata Maruli saat dikonfirmasi, Jumat (14/11).

Mantan Danpaspampres era Presiden ke-7 Jokowi itu menegaskan, dirinya langsung menegur Adipati. Dia memastikan TNI AD tidak ada kaitannya dengan polemik kasus tanah Jusuf Kalla di Makassar.

“Yang oknum sudah ditegur,” kata Maruli.

Penjelasan Mayjen Adipati

Sebelumnya, Adipati menjelaskan keberadaannya di lokasi terjadinya penggusuran. Adipati menegaskan kehadirannya tidak ada kaitannya dengan polemik tersebut.

“Saya datang untuk acara reuni mantan anggota Danintel Makassar. Baju yang saya pakai sama karena hari yang sama dan tempatnya berdekatan,” kata Adipati dalam keterangannya, Rabu (12/11).

Adipati menuturkan, dirinya datang ke Makassar untuk menghadiri penyambutan Kapolda Sulsel. Adipati merupakan teman sekelas di Lemhannas PPRA 61.

“Rapat koordinasi Reuni Danintel Makassar tanggal 14-15 November, kebetulan tempatnya dekat. Saya bukan di TKP, tapi di luar TKP. Perumahan Waterfront,” jelasnya.

Kehadiran saya di Makassar juga diketahui Pangdam dan Kasdam. Jadi tidak ada kaitannya dengan perselisihan tersebut, ujarnya.

Sebelumnya, kuasa hukum PT Hadji Kalla – perusahaan milik keluarga Kalla –, Hasman Usman, merasa ada yang janggal karena hadirnya jenderal bintang 2 di lokasi penggusuran.

Tak heran jika Indra Yuwana dari Lippo langsung memimpin eksekusi di lapangan pada Senin 3 November 2025, didampingi Mayjen TNI Achmad Adipati Karna Widjaya yang mengaku sebagai Kepala Staf KSAD, ujarnya.

Dalam keterangan PT GMTD, eksekusi dilakukan oleh Pengadilan Negeri Makassar yang dipimpin langsung oleh Panitera dan Jurusita PN Makassar, dengan pengamanan Polrestabes Makassar dan Kodim 1408/Makassar.

Proses eksekusi ini ditentang oleh Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla (JK), selaku pendiri dan penasehat KALLA. Menurut JK, apa yang dilakukan PT GMTD – yang disebutnya dikendalikan Grup Lippo – hanyalah rekayasa.

Tanggapan James Riady dari Lippo

CEO Lippo Group James Riady membantah pihaknya terlibat sengketa lahan.

“Tanah itu bukan milik Lippo. Jadi tidak ada hubungannya dengan Lippo. Jadi kami no comment,” kata James.

James mengatakan Lippo hanya salah satu pemegang saham PT GMTD.

“Tanah tersebut milik perusahaan daerah di kawasan bernama PT GMTD yang merupakan perusahaan publik, dimana Lippo menjadi salah satu pemegang sahamnya,” kata James.



NewsRoom.id

Berita Terkait

Ilmuwan Menemukan Titik Lemah yang Mengejutkan pada Penyakit Genetik Langka
AS Curang pada Drone Shahed-136 Iran
Dunia Sapi Laut yang Hilang Muncul Kembali di Bawah Gurun Qatar
Senyawa Cokelat Hitam Terkait Dengan Memperlambat Penuaan
Mereka Tidak Ingin Perekonomian Negara Kita Bangkit
Monev TA 2025: Kunci Transparansi dan Keberhasilan Pembangunan di Kampung Rantau Jaya
Setelah 50 Tahun, Ahli Kimia MIT Akhirnya Mensintesis Senyawa Anti Kanker yang Sulit Didapat
Dokter UGD Memperingatkan Penyakit Ganja yang Berkembang Pesat

Berita Terkait

Kamis, 11 Desember 2025 - 01:03 WIB

Ilmuwan Menemukan Titik Lemah yang Mengejutkan pada Penyakit Genetik Langka

Kamis, 11 Desember 2025 - 00:01 WIB

AS Curang pada Drone Shahed-136 Iran

Rabu, 10 Desember 2025 - 21:58 WIB

Dunia Sapi Laut yang Hilang Muncul Kembali di Bawah Gurun Qatar

Rabu, 10 Desember 2025 - 21:27 WIB

Senyawa Cokelat Hitam Terkait Dengan Memperlambat Penuaan

Rabu, 10 Desember 2025 - 20:25 WIB

Mereka Tidak Ingin Perekonomian Negara Kita Bangkit

Rabu, 10 Desember 2025 - 18:21 WIB

Setelah 50 Tahun, Ahli Kimia MIT Akhirnya Mensintesis Senyawa Anti Kanker yang Sulit Didapat

Rabu, 10 Desember 2025 - 17:50 WIB

Dokter UGD Memperingatkan Penyakit Ganja yang Berkembang Pesat

Rabu, 10 Desember 2025 - 16:48 WIB

Klaim Zulfa Mustofa yang mendapat restu Ma'ruf Amin dibantah pihak keluarga

Berita Terbaru

Headline

AS Curang pada Drone Shahed-136 Iran

Kamis, 11 Des 2025 - 00:01 WIB

Headline

Senyawa Cokelat Hitam Terkait Dengan Memperlambat Penuaan

Rabu, 10 Des 2025 - 21:27 WIB

Headline

Mereka Tidak Ingin Perekonomian Negara Kita Bangkit

Rabu, 10 Des 2025 - 20:25 WIB