Tukang sapu TKA China di PT IMIP digaji puluhan juta, ada ratusan orang

- Redaksi

Rabu, 3 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

– Mantan karyawan PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), Mr X, mengungkapkan tukang sapu tenaga asing (TKA) asal China digaji puluhan juta per bulan.

1. Dibayar puluhan juta

“Saya tanya lewat penerjemahnya 'senang tidak bekerja di Indonesia'. Dia menjawab sangat senang'. Mereka dibayar sekitar 8.000 Yuan,” kata Mr.

Dengan kurs saat ini, 1 Yuan jika dirupiahkan setara dengan Rp 2.349. Jika dikalikan 8.000 Yuan, maka gaji yang didapat sekitar Rp 18,7 juta.

Menurut Mr X, pekerja asing Tiongkok dibayar dua kali sebulan. Skemanya 50 persen untuk keluarga di Tiongkok dan sisanya untuk pekerja di Indonesia.

“Iya betul, dibagi 50 persen per bulan, sisanya keluarga di Tanah Air memberikan rupiah,” ujarnya.

2. Ratusan tenaga kerja asing

Menurut dia, ratusan TKA tersebut bekerja sebagai tukang sapu.

Karena itu, saat itu mereka menggunakan tenaga manusia untuk memberdayakannya. Sumber daya manusianya banyak yang digunakan oleh tukang sapu dengan menggunakan peci, menggunakan sapu besar untuk menyapu jalan, ”ujarnya.

“Saat kami diskusi dengan IW, salah satu direktur operasional di sana saat itu, katanya mereka punya komitmen dengan pemerintahan Chuina untuk mendatangkan sumber daya manusia. Mencakup sumber daya manusia yang produktif tetapi tidak bekerja dan tidak terserap di negaranya, sehingga semua pengusaha China di seluruh dunia wajib mempekerjakan warga negara hingga level terendah,” ujarnya.



NewsRoom.id

Berita Terkait

Sidang Suap Hambatan Penyidikan Korupsi CPO Terungkap Aliran Dana Ratusan Juta ke Bareskrim Polri
Perhiasan Berlian yang Dikembangkan Lab Meningkatkan Penjualan Kay, Zales, dan Jared Sebesar 6%
Ilmuwan Menangkap Partikel Hantu yang Mengubah Atom Jauh di Bawah Tanah
Ilmuwan Menemukan Titik Lemah yang Mengejutkan pada Penyakit Genetik Langka
AS Curang pada Drone Shahed-136 Iran
Dunia Sapi Laut yang Hilang Muncul Kembali di Bawah Gurun Qatar
Senyawa Cokelat Hitam Terkait Dengan Memperlambat Penuaan
Mereka Tidak Ingin Perekonomian Negara Kita Bangkit

Berita Terkait

Kamis, 11 Desember 2025 - 04:09 WIB

Sidang Suap Hambatan Penyidikan Korupsi CPO Terungkap Aliran Dana Ratusan Juta ke Bareskrim Polri

Kamis, 11 Desember 2025 - 02:05 WIB

Perhiasan Berlian yang Dikembangkan Lab Meningkatkan Penjualan Kay, Zales, dan Jared Sebesar 6%

Kamis, 11 Desember 2025 - 01:34 WIB

Ilmuwan Menangkap Partikel Hantu yang Mengubah Atom Jauh di Bawah Tanah

Kamis, 11 Desember 2025 - 01:03 WIB

Ilmuwan Menemukan Titik Lemah yang Mengejutkan pada Penyakit Genetik Langka

Kamis, 11 Desember 2025 - 00:01 WIB

AS Curang pada Drone Shahed-136 Iran

Rabu, 10 Desember 2025 - 21:27 WIB

Senyawa Cokelat Hitam Terkait Dengan Memperlambat Penuaan

Rabu, 10 Desember 2025 - 20:25 WIB

Mereka Tidak Ingin Perekonomian Negara Kita Bangkit

Rabu, 10 Desember 2025 - 18:52 WIB

Monev TA 2025: Kunci Transparansi dan Keberhasilan Pembangunan di Kampung Rantau Jaya

Berita Terbaru

Headline

AS Curang pada Drone Shahed-136 Iran

Kamis, 11 Des 2025 - 00:01 WIB