Update Bencana Aceh: 441.842 Warga Terdampak

- Redaksi

Senin, 1 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KOTA ACEH – Pemerintah Aceh melalui Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M. Nasir menyampaikan perkembangan terkini terkait penanganan darurat bencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah wilayah di Aceh. Perkembangan tersebut disampaikan langsung Sekda pada rapat koordinasi lanjutan yang digelar di Sekretariat Posko Tanggap Darurat, Minggu (30/11).

Berdasarkan data resmi yang dihimpun hingga pukul 13.00 WIB hari ini, Pemerintah Aceh mencatat jumlah warga terdampak mencapai 441.842 orang. Dari jumlah tersebut, tercatat 80 orang meninggal dunia, 330 orang luka berat, 1.284 orang luka ringan, dan 71 orang masih dinyatakan hilang.

Sementara jumlah pengungsi yang tersebar di berbagai lokasi mencapai 207.017 orang yang saat ini ditampung di 229 titik pengungsian di seluruh wilayah. Pendataan terus dilakukan oleh posko kabupaten/kota untuk menjamin keakuratannya sehingga memudahkan penanganan lebih lanjut.

Sekda menjelaskan, kondisi air di sebagian besar wilayah terdampak sudah mulai surut. Namun, kata dia, endapan lumpur akibat banjir memerlukan penanganan tambahan agar proses evakuasi dan pembersihan bisa berjalan maksimal.

Terkait pendistribusian logistik, Pemerintah Aceh memastikan bantuan yang dikirim melalui jalur laut sebelumnya telah mendarat di Pelabuhan Krueng Geukueh pada siang tadi. Sementara daerah yang masih terisolir juga mendapat bantuan melalui jalur udara, antara lain Kabupaten Aceh Tengah dan Aceh Tamiang.

Selain itu, Nasir juga melaporkan adanya permasalahan pada distribusi komoditas pertanian di Aceh Tengah. Ia menjelaskan, lahan cabai seluas 11.000 hektare yang sudah memasuki masa panen belum bisa diambil karena keterbatasan akses. Karena itu,

Pemerintah Aceh telah berkoordinasi dengan BNPB agar pesawat yang digunakan untuk menyalurkan bantuan logistik juga bisa digunakan untuk memuat hasil panen cabai agar bisa dibawa ke luar daerah terdampak.

Terkait masa tanggap darurat yang ditetapkan selama 14 hari, Nasir menegaskan, masa tersebut harus digunakan untuk memastikan terpenuhinya seluruh kebutuhan masyarakat, mulai dari logistik, layanan kesehatan, evakuasi, hingga pemulihan konektivitas. Ia menambahkan, setelah fase tanggap darurat selesai, pemerintah akan melanjutkan ke fase pemulihan dan rehabilitasi yang lebih komprehensif.

“Selama 14 hari ini, kita pastikan seluruh masyarakat kita sehat, aman dan tidak kekurangan apapun. Logistik dan akses kesehatan juga harus benar-benar menjangkau mereka yang terdampak,” tegasnya.

Lebih lanjut, Nasir juga menyoroti urgensi penanganan hewan terdampak bencana. Ia memerintahkan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) segera mengevakuasi bangkai hewan tersebut agar tidak menimbulkan dampak kesehatan dan penyakit menular bagi masyarakat.

Sementara itu, BNPB menyebut penyaluran bantuan melalui jalur darat, laut, dan udara telah menjangkau seluruh wilayah terdampak, meski jumlahnya masih terbatas. BNPB mendorong kabupaten/kota untuk menyampaikan data kebutuhan secara detail agar penyalurannya dapat dilakukan lebih cepat dan terukur.

BNPB juga terus berkoordinasi dengan BASARNAS untuk menambah jumlah personel ke wilayah terpencil guna mempercepat proses evakuasi. BPBA juga menegaskan, mobilisasi logistik akan terus dilakukan setiap hari untuk memastikan tidak ada bantuan yang menumpuk di posko dan semuanya tersalurkan kepada masyarakat tepat sasaran.

Terkait progres pemulihan komunikasi, Diskominsa Aceh melaporkan perangkat Starlink telah dikirim ke beberapa wilayah terdampak seperti Bener Meriah dan Takengon untuk memudahkan koordinasi, mengingat layanan komunikasi konvensional belum sepenuhnya pulih.

Pemerintah Aceh berkomitmen untuk terus memperkuat koordinasi dengan BPBA, BNPB, TNI-Polri, serta seluruh SKPA dan instansi terkait untuk mempercepat evakuasi, pemulihan akses dan penyaluran bantuan hingga kondisi di seluruh wilayah terdampak pulih sepenuhnya. Sekda juga mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak menjadi mangsa informasi yang belum jelas kebenarannya. ()

NewsRoom.id

Berita Terkait

Bukan penjarahan dan perusakan
Starbucks Strike Memasuki Kebuntuan Minggu Ketiga Dengan Kedua Sisi Bertahan Kuat
Gandum Baru yang Dapat Menyuburkan Sendiri Dapat Mengubah Pertanian
Algoritma Baru Mengungkap Rahasia Kimia di Balik Propilena yang Lebih Murah dan Bersih
Evakuasi Korban Banjir Hampir Rampung di Pidie Jaya, Logistik Udara Dikerahkan ke Daerah Terisolasi
3 Alasan Roy Suryo Cs Tolak Mediasi dengan Jokowi dalam Kasus Tuduhan Ijazah Palsu, Enggan Minta Maaf
“Mimpi Seorang Ahli Paleontologi”: Terobosan yang Mengubah Cara Kita Mengencani Dinosaurus
Batuan Bulan Mengungkapkan Petunjuk Menakjubkan Tentang Planet yang Hilang

Berita Terkait

Senin, 1 Desember 2025 - 06:13 WIB

Update Bencana Aceh: 441.842 Warga Terdampak

Senin, 1 Desember 2025 - 05:41 WIB

Bukan penjarahan dan perusakan

Senin, 1 Desember 2025 - 03:37 WIB

Starbucks Strike Memasuki Kebuntuan Minggu Ketiga Dengan Kedua Sisi Bertahan Kuat

Senin, 1 Desember 2025 - 03:06 WIB

Gandum Baru yang Dapat Menyuburkan Sendiri Dapat Mengubah Pertanian

Senin, 1 Desember 2025 - 02:35 WIB

Algoritma Baru Mengungkap Rahasia Kimia di Balik Propilena yang Lebih Murah dan Bersih

Senin, 1 Desember 2025 - 01:33 WIB

3 Alasan Roy Suryo Cs Tolak Mediasi dengan Jokowi dalam Kasus Tuduhan Ijazah Palsu, Enggan Minta Maaf

Minggu, 30 November 2025 - 23:29 WIB

“Mimpi Seorang Ahli Paleontologi”: Terobosan yang Mengubah Cara Kita Mengencani Dinosaurus

Minggu, 30 November 2025 - 22:58 WIB

Batuan Bulan Mengungkapkan Petunjuk Menakjubkan Tentang Planet yang Hilang

Berita Terbaru

Headline

Update Bencana Aceh: 441.842 Warga Terdampak

Senin, 1 Des 2025 - 06:13 WIB

Headline

Bukan penjarahan dan perusakan

Senin, 1 Des 2025 - 05:41 WIB