KOTA ACEH – Hujan deras yang melanda sejumlah wilayah di Aceh dalam beberapa hari terakhir menyebabkan banjir dan memutus akses jalan di beberapa titik. Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Aceh menyalurkan bantuan tanggap darurat kepada keluarga besar Kementerian Agama yang terdampak banjir di Kabupaten Pidie Jaya dan Pidie, Jumat, 28 November 2025.
Tim yang dipimpin langsung oleh Kepala Kanwil Kemenag Azhari beserta Kepala Tata Usaha Ahmad Yani, Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Khairul Azhar dan Kepala Bidang Agama Islam Mukhlis melakukan kunjungan lapangan ke sejumlah madrasah dan fasilitas keagamaan yang terdampak banjir di Kabupaten Pidie Jaya dan Pidie pascabanjir yang melanda beberapa wilayah di Aceh.
“Rencananya kami ke MIN (Madrasah Ibtidaiyah Negeri) 5 Pidie Jaya, namun tidak bisa masuk karena lokasi masih tergenang air dan lumpur. Jalurnya terputus sehingga harus putar balik,” kata Azhari dalam keterangan resmi, Sabtu (29/11).
Pada kesempatan tersebut, Kanwil Kemenag Aceh juga menyalurkan bantuan tanggap darurat berupa sembako kepada keluarga besar Kemenag yang terdampak di Pidie Jaya dan Pidie.
“Ini hanya bantuan tanggap darurat yang bisa kami akses. Insya Allah bila akses lancar akan kami salurkan ke seluruh titik lokasi,” ujarnya.
Sejumlah fasilitas di bawah Kementerian Agama juga dilaporkan mengalami kerusakan. Data sementara, MIN 5 Pidie Jaya dan seorang Raudhatul Athfal (RA) di Seunong, Kecamatan Meurah Dua, Pidie Jaya, tersapu arus sungai Meureudu.
Sejumlah masjid juga dilaporkan hancur total. Di Samalanga, Bireuen, sebuah masjid tersapu arus banjir Krueng Batee Iliek. Di Simeulue, dua masjid juga hancur akibat gempa.
Beberapa pesantren di Samalanga Bireuen, Tanggaan Aceh Utara, dan Ketambe Aceh Tenggara hancur total akibat banjir bandang yang membawa material lumpur dari hulu sungai. Salah satu Kantor Urusan Agama (KUA) di Kantor Urusan Agama Kecamatan Putri Betung, Gayo Lues, hilang setelah bangunan di dekat sungai tersapu arus.
Sementara itu, data wilayah yang paling parah terkena dampak banjir, seperti Aceh Utara, Aceh Tamiang, Langsa, Bener Meriah, dan Aceh Tengah, masih belum diketahui, karena jaringan komunikasi mati total.
Meski komunikasi ke beberapa wilayah di Aceh belum sepenuhnya normal, namun proses pendataan tetap dilakukan di seluruh titik yang bisa dijangkau. Setidaknya beberapa jembatan di wilayah Bireuen, Bener Meriah, dan Aceh Utara terputus sehingga akses menuju wilayah tengah dan timur Aceh masih terisolasi.
Kepala Kanwil Kemenag Aceh Azhari mengimbau seluruh jajaran Kementerian Agama kabupaten/kota meningkatkan koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan pemerintah daerah.
“Kami meminta agar seluruh madrasah, kantor KUA, pesantren, masjid, dan rumah ASN yang terdampak terdata secara lengkap untuk kebutuhan tindak lanjut dan pemulihan,” ujarnya.
Azhari berharap kondisi cuaca dan akses jalan segera membaik sehingga penanganan dan pemulihan bisa dilakukan secara komprehensif. ()
NewsRoom.id









