WHO Sebut Risiko Flu Burung Terhadap Kesehatan Masyarakat Saat Ini 'Rendah'

- Redaksi

Senin, 29 April 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan pada hari Jumat bahwa risiko kesehatan masyarakat secara keseluruhan yang ditimbulkan oleh wabah influenza A (H5N1) baru-baru ini adalah “rendah.”

Namun, bagi mereka yang terpapar pada unggas, hewan atau lingkungan yang terkontaminasi, risiko penularannya “dianggap rendah hingga sedang,” katanya dalam sebuah pernyataan.

IKLAN

GULIR UNTUK MELANJUTKAN KONTEN

Mereka menekankan bahwa penilaian risiko dapat berubah ketika badan PBB tersebut mempelajari lebih lanjut.

“Virus ini telah terdeteksi pada susu dan potensi penularannya sedang diselidiki,” ujarnya sambil mengimbau masyarakat untuk mengonsumsi susu pasteurisasi, bukan susu mentah.

Badan Pengawas Obat dan Makanan AS baru-baru ini mengatakan satu dari lima sampel susu komersial yang diuji dalam survei nasional mengandung partikel virus H5N1.

Flu burung pertama kali diidentifikasi pada kawanan ternak di Texas pada bulan Maret, dan temuan selanjutnya menunjukkan adanya virus tersebut pada lebih dari selusin ternak tambahan di delapan negara bagian AS.

Data baru mengenai sampel susu menunjukkan bahwa wabah ini lebih luas di Amerika dibandingkan perkiraan sebelumnya.

Ribuan burung mati di Laut Utara pada tahun 2022 ketika flu burung merebak. Para peneliti khawatir hal serupa bisa terjadi tahun ini.

(fungsi(d, s, id){
var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)(0);
jika (d.getElementById(id)) kembali;
js = d.createElement(s); js.id = id;
js.src = “//connect.facebook.net/tr_TR/sdk.js#xfbml=1&version=v3.2”;
fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);
}(dokumen, 'skrip', 'facebook-jssdk'));

Jaringan NewsRoom.id

NewsRoom.id

Berita Terkait

Perhiasan Berlian yang Dikembangkan Lab Meningkatkan Penjualan Kay, Zales, dan Jared Sebesar 6%
Ilmuwan Menangkap Partikel Hantu yang Mengubah Atom Jauh di Bawah Tanah
Ilmuwan Menemukan Titik Lemah yang Mengejutkan pada Penyakit Genetik Langka
AS Curang pada Drone Shahed-136 Iran
Dunia Sapi Laut yang Hilang Muncul Kembali di Bawah Gurun Qatar
Senyawa Cokelat Hitam Terkait Dengan Memperlambat Penuaan
Mereka Tidak Ingin Perekonomian Negara Kita Bangkit
Monev TA 2025: Kunci Transparansi dan Keberhasilan Pembangunan di Kampung Rantau Jaya

Berita Terkait

Kamis, 11 Desember 2025 - 02:05 WIB

Perhiasan Berlian yang Dikembangkan Lab Meningkatkan Penjualan Kay, Zales, dan Jared Sebesar 6%

Kamis, 11 Desember 2025 - 01:34 WIB

Ilmuwan Menangkap Partikel Hantu yang Mengubah Atom Jauh di Bawah Tanah

Kamis, 11 Desember 2025 - 01:03 WIB

Ilmuwan Menemukan Titik Lemah yang Mengejutkan pada Penyakit Genetik Langka

Kamis, 11 Desember 2025 - 00:01 WIB

AS Curang pada Drone Shahed-136 Iran

Rabu, 10 Desember 2025 - 21:58 WIB

Dunia Sapi Laut yang Hilang Muncul Kembali di Bawah Gurun Qatar

Rabu, 10 Desember 2025 - 20:25 WIB

Mereka Tidak Ingin Perekonomian Negara Kita Bangkit

Rabu, 10 Desember 2025 - 18:52 WIB

Monev TA 2025: Kunci Transparansi dan Keberhasilan Pembangunan di Kampung Rantau Jaya

Rabu, 10 Desember 2025 - 18:21 WIB

Setelah 50 Tahun, Ahli Kimia MIT Akhirnya Mensintesis Senyawa Anti Kanker yang Sulit Didapat

Berita Terbaru

Headline

AS Curang pada Drone Shahed-136 Iran

Kamis, 11 Des 2025 - 00:01 WIB